A R S I P

  
  

Zhao Bowen, Drop Out SMA yang Pimpin Riset DNA Orang Genius

  

Arsitektur Mustahil yang Benar-benar Mustahil....

  

Panjang Cuma 3 Cm, Hewan Ini Punya 750 Kaki

  

Lukisan Monalisa Versi Muda Mengundang Kontroversi

  

Bagaimana Peluang Lulusan TI dan SI di Masa Depan?

  

RIP Pusuke, Anjing Tertua Mati di Jepang

  

Darah Piton Bisa Jadi Obat Jantung

  

Otot Super Cepat, Rahasia Ketangkasan Kelelawar

  

Tumbuhkan Minat Sains sejak Anak-anak

  

Alat Canggih Tolak Gosip

  

Nyala Lilin Ternyata Mengandung Berlian

  

Mari Bermalam di Luar Angkasa

  

Pesawat Hipersonik AS Menghilang

  

Penanda Arah Selatan, Gubug Penceng

  

Mesin Cuci Paling Cepat dan Hemat

  

Ambisi China Bangun Stasiun Antariksa Tahun 2020

  

Tembakau Dapat Hasilkan Protein Anti-Kanker

  

Mati, We Si Ular Dua Kepala

  

Adu Makan Cepat ala The Simpsons Game

  

Pertama di Dunia, LG Philips Kembangkan e-Paper Ukuran A4

  

Kawasan Zona Nirkabel Hi-Tech Sedang Dibangun

  

CDMA dan GSM dalam Satu Ponsel

  

Kelamin Kadal Berubah Karena Pemanasan Global

  

Seperti Apa Ponsel Mewah Seharga Rp 2,8 Miliar?

  

Mozart Tak Membuat Anda Lebih Pintar

  

Ikan Berusia 100 Tahun Tertangkap di Alaska

  

IBM Kenalkan Chipset Optik Kecepatan Tinggi

  

Kaca Mata Bunglon, Dapat Berubah Banyak Warna

  

Sebuah LED Cukup Menerangi Ruangan

  

Broadband via Ku-Band IM2 Bidik 1000 Perusahaan

  

9 Perusahaan Telekomunikasi Bentuk Forum IPTV

  

Telkom Siap Komersialkan Layanan IPTV

  

Salah satu permata produksi LifeGem yang dibuat dari abu hasil kremasi

  

Emirates, Check-In Lewat Internet

  

Handycam Kecil Kemampuan Besar.

  

IBM Kembangkan Teknologi Komputer untuk Manula

  

Satelit Jerman Akan Jatuh ke Bumi


Posted by on Thursday, 13 October 2011 00:00

BERLIN - Sebuah satelit Jerman seukuran mobil diperkirakan akan jatuh ke Bumi beberapa hari lagi. Namun, belum diketahui di mana serpihan-serpihan satelit itu akan mendarat.

Observatorium sinar-X dengan nama ROSAT diperkirakan jatuh ke Bumi antara 20 dan 25 Oktober dengan kecepatan sekitar 28.000 kilometer per jam. Pusat Antariksa Jerman (DLR) menyampaikan hal itu dalam sebuah pernyataan.

"Pengkajian terakhir menunjukkan bahwa lebih dari 30 serpihan individu dengan berat total 1,6 ton akan mencapai permukaan Bumi," kata DLR di situs beritanya.

"Waktu dan lokasi masuknya kembali (serpihan satelit itu) tidak bisa diprediksi secara pasti," kata pernyataan itu, dengan menambahkan bahwa ketidakpastian tersebut disebabkan oleh fluktuasi aktivitas Matahari.

Satelit itu mungkin memasuki atmosfer pada tiga hari sebelum atau setelah kisaran waktu tersebut, kata DLR, dengan menekankan bahwa bahaya terhadap manusia sangat kecil.

Bulan lalu, kata NASA, sebuah satelit AS seukuran bus yang meluncur secara tidak terduga ke Bumi melintasi Afrika dan Atlantik Utara sebelum jatuh ke Laut Pasifik di lepas pantai California. Tidak ada laporan eksistensi atau kerusakan ketika Satelit Riset Atmosfir Atas (UARS) dengan berat enam ton itu jatuh ke Bumi.



Sumber: Kompas

SAINS DAN IPTEK | READ  2406x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2018 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.