A R S I P

  
  

Tahukah Anda apa itu magic mushroom?

  

Perut Buncit Rentan Kematian Mendadak

  

Ini Caranya Agar Bisa Banyak Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol

  

Manfaat di Balik Rasa Bosan Bekerja

  

Turunkan Kadar Kolestrol Dengan Bakteri Baik Probiotik

  

Yoga dan Diet 'Macrobiotic', Rahasia Awet Muda Sting

  

Main iPad di Malam Hari Picu Depresi?

  

Minum Teh Hijau Turunkan Resiko Kanker Pencernaan

  

Mana Lebih Baik, Lalapan atau Sayuran Dimasak?

  

Penikmat Kopi Miliki Risiko Kematian Lebih Rendah

  

Meraih Kebijaksanaan dan Pesan Moral dari Tumbuhan

  

Sering Memikirkan Kematian Malah Bisa Bikin Panjang Umur

  

Orang Ngorok Jangan Ditertawakan!

  

Rahasianya Orang Sabar Adalah Aduk Kopi dengan Tangan Kiri

  

Pemain Video Game Otaknya Berpikir Lebih Cepat

  

Tenang, Tidak Ada Bukti Minum Kopi Memicu Penyakit Kronis

  

Diimbau Tak Berlebihan Makan Petai dan Jengkol!

  

Buah-buahan Segar si Peningkat Energi

  

Jadi Karyawan Rawan Depresi


Posted by on Monday, 08 October 2012 00:00

Depresi semakin akrab saja dirasakan manusia di zaman modern, terutama para pekerja. Menurut sebuah survei terhadap 7.000 orang di 7 negara Eropa, sekitar 1 dari 10 karyawan menderita depresi.

Gejala depresi dapat dikelompokkan dalam tidak mampu menikmati hidup, sedih berkepanjangan, merasa tidak berguna, suka menyendiri, dan sering kali diikuti dengan keluhan tidak nafsu makan, cepat lelah, dan sulit tidur.

Menurut survei yang dilakukan oleh European Depression Association (EDA) di Inggris, Jerman, Italia, Denmark, Turki, Spanyol, dan Perancis, sekitar 20 persen responden pernah mendapatkan diagnosis depresi. Paling banyak di Inggris (26 persen) dan Italia paling rendah (12 persen).

Akibat dari depresi tersebut, banyak karyawan yang mengambil cuti sakit. Selain itu, hilangnya produktivitas karena karyawan tidak masuk kerja atau performa kerja yang menurun menyebabkan ongkos ekonomi tersendiri.

Para karyawan yang pernah menderita depresi mayoritas tidak memberi tahu atasan mereka karena takut hal itu bisa mengancam karier mereka.

"Hasil survei ini menunjukkan masih perlunya peningkatan kesadaran dan dukungan bagi pekerja dan atasan untuk mengenali dan mengatur depresi di tempat kerja," kata Dr Vincenzo Costigliola, Presiden EDA.

Sayangnya tidak disebutkan faktor apa sajakah yang membuat para karyawan tersebut depresi. Seperti halnya banyak penyakit mental, depresi bisa muncul karena berbagai hal, seperti trauma, keturunan, hingga stres tinggi dan masalah keuangan.

"Depresi di tempat kerja dampaknya bisa serius karena itu perlu ada perhatian serius," katanya.



Sumber: Lusia Kus Anna - Kompas.com

HEALTH | READ  1922x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2018 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.