A R S I P

  
  

Tahukah Anda apa itu magic mushroom?

  

Perut Buncit Rentan Kematian Mendadak

  

Ini Caranya Agar Bisa Banyak Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol

  

Manfaat di Balik Rasa Bosan Bekerja

  

Turunkan Kadar Kolestrol Dengan Bakteri Baik Probiotik

  

Yoga dan Diet 'Macrobiotic', Rahasia Awet Muda Sting

  

Minum Teh Hijau Turunkan Resiko Kanker Pencernaan

  

Mana Lebih Baik, Lalapan atau Sayuran Dimasak?

  

Jadi Karyawan Rawan Depresi

  

Penikmat Kopi Miliki Risiko Kematian Lebih Rendah

  

Meraih Kebijaksanaan dan Pesan Moral dari Tumbuhan

  

Sering Memikirkan Kematian Malah Bisa Bikin Panjang Umur

  

Orang Ngorok Jangan Ditertawakan!

  

Rahasianya Orang Sabar Adalah Aduk Kopi dengan Tangan Kiri

  

Pemain Video Game Otaknya Berpikir Lebih Cepat

  

Tenang, Tidak Ada Bukti Minum Kopi Memicu Penyakit Kronis

  

Diimbau Tak Berlebihan Makan Petai dan Jengkol!

  

Buah-buahan Segar si Peningkat Energi

  

Main iPad di Malam Hari Picu Depresi?


Posted by on Saturday, 17 November 2012 00:00

imore.com

Studi terbaru para ahli mengindikasikan, menggunakan iPad atau menonton televisi di malam hari dapat memicu risiko depresi. Paparan cahaya yang kuat pada malam hari saat tubuh seharusnya beristirahat ternyata dapat memengaruhi perilaku dan meningkatkan risiko stres pada seseorang.

Ilmuwan dari John Hopkins University di Amerika Serikat menemukan, paparan cahaya yang kuat di malam hari dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh. Percobaan pada tikus di laboratorium menunjukkan, tingkat stres hewan ini melonjak saat mereka terpapar cahaya secara teratur di malam hari.

Hewan pengerat ini kehilangan minat melakukan aktivitas menyenangkan dan cenderung menjadi malas mengeksplorasi benda-benda baru di kandangnya.  Tingkat hormon kortisol tikus juga meningkat akibat paparan cahaya yang kronik tersebut.

Samer Hattar, profesor Biologi dari John Hopkins University yang mengagas studi ini menemukan, intensitas cahaya yang kuat juga mengakibatkan perubahan pada sel-sel spesifik dalam tubuh tikus. Sel ini disebut intrinsically photosensitive retinal ganglion.  Efek ini  menyebabkan perubahan pada bagian otak yang mengatur mood, daya ingat serta proses belajar.

Walaupun riset ini baru sebatas pada hewan tikus di laboratorium, Prof Hattar menegaskan manusia khususnya kaum pria juga dapat mengalami hal serupa. Oleh sebab itu, penelitian ini dapat menjadi sebuah pelajaran.  

"Saya tidak mengatakan bahwa kita harus diam dalam kondisi gelap gulita pada malam hari. Namun saya menyarankan, kita sebaiknya menggunakan lampu yang lebih sedikit dengan intensintas yang rendah. Pada dasarnya, gunakanlah penerangan apabila memang Anda membutuhkannya," papar Hattar yang mempublikasikan risetnya dalam jurnal Nature.

Sementara itu jurubicara dari John Hopkins University menambahkan: "Ketika seseorang sering bekerja hingga larut malam, mereka berisiko mengalami depresi dan kesulitan belajar, dan  bukan hanya karena kekurangan tidur. Penyebabnya adalah paparan cahaya yang terangpada malam hari dari lampu, komputer dan bahkan iPad," ujarnya

Sumber: Kompas.com

HEALTH | READ  1860x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2018 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.