A R S I P

  
  

Festival Danau Toba Bakal Mengguncang Dunia!

  

Asita Sumut Dukung Pengoperasian Kualanamu Sesuai Jadwal

  

Cagubsu Effendi MS Simbolon - Dessy Boru Tobing (Istri), di Bona Taon Siraja Lumban Tobing

  

PENETAPAN PENGURUS BARU PERIODE 2013-2016

  

Tarif Parkir Tak Kunjung Diturunkan, Jokowi Disomasi David Tobing

  

Paus: Yesus Lahir Beberapa Tahun Lebih Awal dari yang Selama Ini Diyakini

  

Hal-hal Yang Mengejutkan di Pilkada Sumatera Utara

  

Suku Maya Guatemala Tolak Ramalan Kiamat

  

Siap-siap... Bunker-bunker Perlindungan Hadapi Kiamat!

  

Ribuan Penerbangan di AS Batal Akibat Badai Sandy

  

Badai Sandy Menguat Masuki Pantai Timur Amerika

  

Gadis Ini Lebih Jenius dari Albert Einstein

  

WHO: Waspadai Ledakan Jumlah Lansia

  

Pecahan Kapal Kuno Ditemukan di Medan

  

Bus termewah di dunia

  

Penyesalan Mendalam Sang Ayah Kandung

  

Gembok, Segel Cinta Mati ala Rusia

  

Hari Ini di Balige, Seniman Batak Tabur Benih Ikan ke Danau Toba

  

Melihat Makam Murid Yesus di India

  

Jalinsum Tarutung-Sipirok Nyaris Putus

  

Ratusan Warga Tarutung Antre Minyak Tanah Hingga Malam

  

Penemuan Tengkorak Wanita Muda Asal Samosir

  

Perayaan Natal Oikumene Tapanuli Utara Dihadiri Ribuan Jemaat

  

Bangun Tarutung Cyber Learning Centre

  

Berita Duka

  

Parngiangan Bona Taon 2010 Ompu Raja Jaejae

  

Martabe

  

Sejarah Hari Kasih Sayang

  

Kantor KPU Taput dirusak massa

  

Perhitungan Suara Sementara PILKADA Taput

  

Gelombang PHK di Amerika

  

Empat Resep Penjaga Kesehatan Sangat Mudah Melakukannya

  

Microsoft Dihantui Krisis Ekonomi Global

  

JaLinSum Sumatera Tarutung-Sipaholon Kupak-kapik

  

Mind of Strategist, Sense of Marketer

  

Kapal 'Esperanza' Greenpeace akan beraksi di Indonesia

  

Gubsu Tutup Mubes II dan Perayaan Natal Bersama PPSLB Se-Dunia

  

Bupati Taput Buka Mubes II Siraja Lumbantobing se-Dunia di Tarutung

  

Keluarga Besar Siraja Lumbantobing se-Dunia Gelar Mubes II dan Natal Bersama di Tarutung 7-9 Desember 2007

  

Tarombo Siraja Lumbantobing

  

Ketagihan Video Game Bukan Penyakit Mental

  

Pematung Dunia Ikut Festival Patung Pasir di Berlin

  

Berita Duka Cita

  

Batu Marpingkir di Laguboti

  

Stephen Hawking, Manusia Cacat Pertama Rasakan Pesawat Antariksa

  

Hasil UAN Diumumkan Pekan Depan

  

Microsoft Akan Survei Pembajakan Juli

  

Lacak Bini Muda Lewat Internet

  

Perempuan: Jika Tergoda Di Dunia Maya

  

Dampak Alkohol Lebih Buruk pada Wanita

  

Artis Batak Turut Mendukung Propinsi Tapanuli

  

Ibunda Mora Histeris Saat Peti Jenazah Dibuka

  

Seratusan Lansia Tarik Kereta Api

  

Partahi Lumbantoruan Dimakamkan Senin

  

Ketua DPR RI HR Agung Laksono Penutupan Napak Tilas Nommensen di Sigumpar

  

Gubsu Akan Fasilitasi Kerjasama 3 Kabupaten/Kota

  

Kebakaran Pasar Tarutung, 319 Kios dan Balairung Hangus

  

Tarutung Menangis

  

Perayaan Paskah Raya Bona Pasogit Kab. Samosir Sukses

  

Makin Banyak Ponsel, Makin Banyak Gorilla Mati

  

APBD Samosir Tahun 2007 Rp313 Miliar Lebih Disahkan

  

Melestarikan Nilai-nilai Pengabdian DR IL Nommensen

  

Peserta Napak Tilas Perjalanan DR IL Nomensen Akan Disambut Muspida

  

Marga Sitompul Siap Bergabung dengan marga-marga lain

  

Shangri-La Gratiskan Koneksi Broadband di Kamar

  

Showroom Komputer Terpusat Hadir di Mangga Dua Square

  

Bangun Taman Eden Di Bona Pasogit


Posted by on Monday, 18 April 2011 00:00

Putra-putri Batak di perantauan yang menginvestasikan dana miliran rupian dalam pembangunan tugu-tugu dan tambak nenek moyang  di bona pasogit tidak punyai arti secara ekonomis untuk menyumbang  pendapatan asli daerah. Dana besar pembangunan tugu  yang mewah-mewah lebih baik diinvestasikan dalam pembuatan Taman Eden (kebun plasma nutfah) guna mengurangi pemanasan global.

Ekonom pangan dan agribisnis Dr Ir Tungkot Sipayung menggulirkan pemikiran tersebut dalam seminar sehari Kamis (31/3) di Sopo Partukoan Jl.Sisingamangara Tarutung, Tapanuli Utara yang diselenggarakan panitia jubileum 150 tahun HKBP wilayah 1 Tarutung. Gagasan pembangunan  Taman Eden diprakarsai Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon dengan konsep suku-suku marga hingga satu nenek moyang (ompu-ompu) bisa menanam pohon dan mencantumkan namanya di pohon tersebut. Pengadaan bibit, penanaman dan perawatan pohon tersebut, usul Tungkot lebih baik dikoordinir gereja-gereja setempat.

Dengan topik hubungan ”Iman dan Pertanian” alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu  memaparkan, bona pasogit Tanak Batak yang dikelilingi Bukit Barisan yang hijau sangat besar andilnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2) secara gratis.Tapi kepedulian terhadap program penghijauan di bona pasogit masih kurang. Padahal, putra-putri Batak yang sukses di perantauan sadar atau tidak sadar merupakan penyumbang karbon dioksida yang mencemari udara dengan penggunaan energi fosil  bahan bakar minyak (BBM). Karena itu, wajar jika mereka berperan aktif menciptakan Taman-taman  Eden  (awalnya dikenal sebagai induk dari segela keragaman hayati dan ekosistem) di muka bumi ini.Langkah seperti ini  sekaligus mendukung program  penghijauan  dari panitia nasional jubileum 150 tahun HKBP.

Dari sudut ilmu pengetahuan, Tungkot mengupas, ilmu-ilmu agribisnis dianggap sebagai anak kandung dari ilmu teologia (iman Kristen) yang merupakan ratunya segala ilmu.Sebab sebagian besar ilmu-ilmu agribisnis (fenomena dalam tanaman dan hewan) yang diterima sebagai teori sebetulnya hanya bisa dipahami jawabannya dalam teologia (iman). Karena itu, dari sudut teologia makna agribisnis merupakan wahana pemanenan anugrah Allah (Kejadian 1:1-30). Agrisbisnis juga merupkan bukti dan sekaligus cara Allah mangasihi manusia pertama Adam dan Hawa hingga saat ini. Jadi salah satu cara mengenal Allah bisa dengan mendalami agribisnis (sola scriptura).Agribisnis juga merupakan pelestarian harmoni Taman Eden dari generasi ke generasi.Seandainya agribisnis  tidak dikembangkan maka kasih Taman Eden tidak pernah kita nikmati dan bahkan manusia juga sudah punah.

Masalah dunia saat ini seperti krisis pangan, krisis energi, krisis air, krisis lingkungan berupa pemanasan global dan anomali iklim, kata Tungkot  karena manusia terlalu jauh meninggalkan agribisnis.Karena itu, solusi atas berbagai krisis tersebut pakar pangan dan agribisnis ini mengusulkan agar kembali mengembangkan agribisnis dan menghargainya. Dewan Komisaris PTPN IV Sumatera Utara itu memuji HKBP sebagai gereja terbesar di Asia Tenggara karena sebagian besar dari empat juta jiwa jemaatnya masih mengembangkan agribisnis.

                                                Garam di Dunia Politik

Dalam seminar sehari yang diikuti 400 orang peserta dibuka Ketua Umum Panitia Jubileum 150 Tahun HKBP wilayah 1 Tarutung Torang Lumbantobing yang juga dikenal bupati Tapanuli Utara juga menampilkan  pembicara anggota DPR Martin Hutabarat dengan membawa topik hubungan ”Iman dan Hukum”, Pdt Ramlan Hutahaean MTh dengan topik, hubungan ”Iman dan Budaya”.

Martin mengingatkan, di era reformasi ini HKBP harus tetap teguh dalam penegakkan hukum dan hak asasi manusia sebagai mana diamanatkan UUD 1945 yang sudah empat kali mengalami perubahan (amandemen). UUD kita yang masih mengadopsi sistem pemerintahan Trias Politica memperkuat peranan parlemen di pusat dan tingkat daerah.Karena itu, dia mengharapkan  dalam kancah politik di parlemen warga KHBP memberi warna yang menjadi garam dalam dunia politik nasional untuk mensejahterakan rakyat.

Dia juga menyinggung pemberian otonomi daerah yang sangat luas.Otonomi daerah seharusnya bisa  motivasi  bagi HKBP menjadi contoh bagaimana gereja berperan  melalui jemaatnya yang duduk di pemerintahan dalam pelayanan publik.Para kepala daerah di bona pasogit yang umumnya warga HKBP diminta jangan larut dalam ekses demokrasi dan memberhalakan materi dengan menomorduakan kepentingan publik.

Dalam menyongsong   jubileum 150 tahun HKBP, politisi asal daerah pemilihan Sumatera Utara itu mengatakan, perkembangan zaman akan menuntut komitmen dan pelayanan gereja  ke arah perubahan.Perubahan yang akan membawa jemaat pada keyakinan yang lebih tinggi sekaligus bisa menjadi motivasi, garam dan terang di tengah-tengah bangsa dan masyarakat.

Pdt Ramlan Hutahaean menyatakan, HKBP sebagai persekutuan umat percaya merupakan tangan Yesus Kristus dan sarana Kristen berkiprah membangun hidup religiositas warga bangsa di mana kasih, keadilan dan perdamaian diciptakan.

Dalam  menyoroti pertemuan Injil dan Kebudayaan, diakui bisa merupakan salah satu  arena yang subur menciptakan ketegangan karena ada orang Kristen yang lebih mempertahankan prinsip kebudayaannya daripada prinsip Alkitab sehingga menjadi penghalang  besar pertumbuhan iman orang Kristen.Ketegangan itu adalah  antara yang mengurung manusia dalam keniscayaan alam dengan keterbukaan yang dicapai melalui penilaian yang kritis.

Ada lima pendekatan  antara iman dan budaya yang dipaparkan.Pertama,  pendekatan bersifat apresiatif yakni tidak langsung  menghakimi tetapi menghargari budaya yang ada.Kedua, bersifat kontinuitas yakni pemahaman adanya kesinambungan antara pernyataan Allah dengan budaya sebab Allah selalu hadir dalam realita kehidupan manusia dengan segala konteks budayanya.Ketiga,  bersifat inklusif yakni mau membuka diri untuk mengakui dan kemudian menerima adanya sumber-sumber kebenaran dalam budaya yang ada.Keempat, pendekatan bersifat transformatif yakni penekanan terhadap suatu perubahan dari budaya lama kepada yang baru.Kelima, pendekatan bersifat konstruktif bertujuan menambahkan sesuatu kepada budaya yang ada meskipun hal itu bisa saja bertentangan.

Tampak hadir dalam seminar sehari  ini antara lain Bupati Humbang Hasundutan Drs Maddin Sihombing MSi, Ketua DPRD Tapanuli Utara Simanjuntak, Kapolres Tapanuli Utara, perwakilan kabupaten Samosir, perwakilan kabupaten Tapanuli Tengah, perwakilan kabupaten Tobasa, para praeses HKBP.Praeses  Distrik II Silindung  Pdt SM Silitonga STh  dalam kotbahnya dalam  ibadah singkat sebelum penutupan   seminar mengatakan, kota wisata rohani Tarutung harus dikembangkan menjadi penunjang sektor ekonomi.Gereja juga ikut mendorong tumbuhnya  dunia usaha di bona pasogit demi kemajuan daerah dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

*Ludin Panjaitan, panitia nasional seksi Humas



Sumber: Panitia Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP

BERITA | READ  3010x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2018 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.