A R S I P

  
  

Zhao Bowen, Drop Out SMA yang Pimpin Riset DNA Orang Genius

  

Arsitektur Mustahil yang Benar-benar Mustahil....

  

Panjang Cuma 3 Cm, Hewan Ini Punya 750 Kaki

  

Lukisan Monalisa Versi Muda Mengundang Kontroversi

  

Bagaimana Peluang Lulusan TI dan SI di Masa Depan?

  

RIP Pusuke, Anjing Tertua Mati di Jepang

  

Satelit Jerman Akan Jatuh ke Bumi

  

Otot Super Cepat, Rahasia Ketangkasan Kelelawar

  

Tumbuhkan Minat Sains sejak Anak-anak

  

Alat Canggih Tolak Gosip

  

Nyala Lilin Ternyata Mengandung Berlian

  

Mari Bermalam di Luar Angkasa

  

Pesawat Hipersonik AS Menghilang

  

Penanda Arah Selatan, Gubug Penceng

  

Mesin Cuci Paling Cepat dan Hemat

  

Ambisi China Bangun Stasiun Antariksa Tahun 2020

  

Tembakau Dapat Hasilkan Protein Anti-Kanker

  

Mati, We Si Ular Dua Kepala

  

Adu Makan Cepat ala The Simpsons Game

  

Pertama di Dunia, LG Philips Kembangkan e-Paper Ukuran A4

  

Kawasan Zona Nirkabel Hi-Tech Sedang Dibangun

  

CDMA dan GSM dalam Satu Ponsel

  

Kelamin Kadal Berubah Karena Pemanasan Global

  

Seperti Apa Ponsel Mewah Seharga Rp 2,8 Miliar?

  

Mozart Tak Membuat Anda Lebih Pintar

  

Ikan Berusia 100 Tahun Tertangkap di Alaska

  

IBM Kenalkan Chipset Optik Kecepatan Tinggi

  

Kaca Mata Bunglon, Dapat Berubah Banyak Warna

  

Sebuah LED Cukup Menerangi Ruangan

  

Broadband via Ku-Band IM2 Bidik 1000 Perusahaan

  

9 Perusahaan Telekomunikasi Bentuk Forum IPTV

  

Telkom Siap Komersialkan Layanan IPTV

  

Salah satu permata produksi LifeGem yang dibuat dari abu hasil kremasi

  

Emirates, Check-In Lewat Internet

  

Handycam Kecil Kemampuan Besar.

  

IBM Kembangkan Teknologi Komputer untuk Manula

  

Darah Piton Bisa Jadi Obat Jantung


Posted by on Wednesday, 02 November 2011 00:00

Ular piton birma (Python molurus bivittatus), subspesies dari piton india, punya biologi yang unik. Setelah makan porsi besar, jantung piton tersebut membesar hingga dua kali lipat sehingga bisa memompa nutrisi yang telah dicerna ke seluruh tubuh dengan lebih efisien. Hebatnya, tak ada efek samping dari proses itu.

Jantung manusia, seperti jantung piton, juga bisa membesar, tetapi dengan sebab lain. Ketika manusia sedang berolahraga, hormon insuline-like growth factor 1 (IGF-1) memacu pembesaran jantung untuk mencukupi permintaan oksigen tubuh. Juga tak ada efek samping dari hal ini.

Namun, pembesaran jantung manusia juga bisa bersifat negatif. Serangan jantung dan tekanan darah tinggi bisa mengakibatkan pembengkakan jantung. Pembengkakan bisa mengakibatkan luka pada jantung dan mengurangi efisiensi penyerapan nutrisi oleh sel jantung.

Untuk manusia normal, olahraga menjadi cara pencegahan jantung dengan memungkinkan pembesaran jantung secara sehat. Namun, untuk yang sudah telanjur menderita, olahraga kadang tidak memungkinkan. Karenanya, pakar berpendapat, perlu obat yang memberi efek sama seperti olahraga.

Leslie Leinwand dari University of Colorado meneliti komponen darah ular piton burma untuk menyelidiki faktor yang bisa memacu pembesaran jantung pada jenis itu. Ia kemudian menduga bahwa penyebabnya adalah asam lemak yang ada pada darah ular itu.

Ia bereksperimen dengan sel-sel jantung tikus. Setelah menumbuhkan sel jantung tikus, ia menambahkan plasma darah piton burma. Hasilnya, ukuran sel membesar, mampu memproduksi IGF-1 mencerna lemak lebih cepat. Sel juga memproduksi lebih sedikit NFAT, protein yang diproduksi saat jantung memiliki banyak beban.

Ia lalu mencoba khasiat plasma darah piton ke tikus secara langsung. Sejumlah tikus dicekoki dengan plasma itu dan diobservasi setelah satu minggu. Hasilnya, jantung membesar dan tak ada luka, tanda bahwa plasma itu punya efek bagus.

Dari hasil penelitian, Leinwand menyimpulkan bahwa plasma piton mungkin bisa menjadi solusi bagi penderita penyakit jantung. Saat ini, Leinwand tengah mengujicobakan asam lemak dari plasma darah piton pada tikus yang menderita penyakit jantung untuk melihat apakah kondisi jantung bisa diperbaiki dengan asam lemak itu. Hasil penelitian Leinwand dipublikasikan di jurnal Science, Jumat (28/10/2011)



Sumber: Kompas

SAINS DAN IPTEK | READ  2214x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2018 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.