A R S I P

  
  

Tahukah Anda apa itu magic mushroom?

  

Perut Buncit Rentan Kematian Mendadak

  

Ini Caranya Agar Bisa Banyak Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol

  

Manfaat di Balik Rasa Bosan Bekerja

  

Turunkan Kadar Kolestrol Dengan Bakteri Baik Probiotik

  

Yoga dan Diet 'Macrobiotic', Rahasia Awet Muda Sting

  

Main iPad di Malam Hari Picu Depresi?

  

Minum Teh Hijau Turunkan Resiko Kanker Pencernaan

  

Mana Lebih Baik, Lalapan atau Sayuran Dimasak?

  

Jadi Karyawan Rawan Depresi

  

Penikmat Kopi Miliki Risiko Kematian Lebih Rendah

  

Meraih Kebijaksanaan dan Pesan Moral dari Tumbuhan

  

Orang Ngorok Jangan Ditertawakan!

  

Rahasianya Orang Sabar Adalah Aduk Kopi dengan Tangan Kiri

  

Pemain Video Game Otaknya Berpikir Lebih Cepat

  

Tenang, Tidak Ada Bukti Minum Kopi Memicu Penyakit Kronis

  

Diimbau Tak Berlebihan Makan Petai dan Jengkol!

  

Buah-buahan Segar si Peningkat Energi

  

Sering Memikirkan Kematian Malah Bisa Bikin Panjang Umur


Posted by on Thursday, 03 May 2012 00:00

Jakarta, Sering-sering berpikir tentang kematian tidak selalu berarti sedang depresi. Kecenderungan ini juga bisa menandakan bahwa seseorang punya peluang untuk berumur panjang, seperti yang terungkap dalam beberapa penelitian selama ini.

Salah satu penelitian yang mengungkap hal itu pernah dipublikasikan dalam jurnal Personality and Social Psychology Review.

Menurut penelitian ini, seseorang cenderung lebih panjang umur dan terjaga kesehatannya jika sering merenung atau memikirkan kematian.

Alasannya cukup sederhana, yakni saat merenungkan kematian maka secara tidak sadar otak akan semakin menghargai hidup.

Akibatnya otak secara otomatis akan tergerak untuk menyusun rencana-rencana tertentu yang bertujuan untuk menghindari datangnya kematian.

"Proses ini bisa memotivasi kita untuk lebih rajin olahraga, mengurangi makanan tidak sehat, menggunakan tabir surya saat berjemur, memakai sabuk pengaman saat berkendara dan menyetir dengan lebih hati-hati," kata Prof Kenneth Vail dari University of Missoury yang melakukan penleitian itu seperti dikutip dari MensHealth.com, Kamis (3/5/2012).

Tidak hanya membuat gaya hidup seseorang menjadi lebih sehat, sering-sering memikirkan tentang kematian juga membuat orang cenderung lebih banyak melakukan hal-hal positif. Bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan mentalnya sendiri, perilaku ini juga menguntungkan orang lain.

Hal ini terbukti pada orang-orang yang tinggal di dekat pemakaman. Makin dekat dengan pemakaman, makin sering pula orang-orang tersebut memikirkan kematian meski tanpa disengaja, misalnya saat tiba-tiba memandangi deretan nisan di samping rumahnya.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Personality and Social Psychology Bulletin tahun 2008 membuktikan teori tersebut.

Orang-orang yang setiap hari berjalan kaki melewati pemakaman biasanya lebih murah hati serta suka menolong dibandingkan yang tinggal jauh dari pemakaman.



HEALTH | READ  2465x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2018 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.