A R S I P

  
  

Zhao Bowen, Drop Out SMA yang Pimpin Riset DNA Orang Genius

  

Arsitektur Mustahil yang Benar-benar Mustahil....

  

Panjang Cuma 3 Cm, Hewan Ini Punya 750 Kaki

  

Bagaimana Peluang Lulusan TI dan SI di Masa Depan?

  

RIP Pusuke, Anjing Tertua Mati di Jepang

  

Darah Piton Bisa Jadi Obat Jantung

  

Satelit Jerman Akan Jatuh ke Bumi

  

Otot Super Cepat, Rahasia Ketangkasan Kelelawar

  

Tumbuhkan Minat Sains sejak Anak-anak

  

Alat Canggih Tolak Gosip

  

Nyala Lilin Ternyata Mengandung Berlian

  

Mari Bermalam di Luar Angkasa

  

Pesawat Hipersonik AS Menghilang

  

Penanda Arah Selatan, Gubug Penceng

  

Mesin Cuci Paling Cepat dan Hemat

  

Ambisi China Bangun Stasiun Antariksa Tahun 2020

  

Tembakau Dapat Hasilkan Protein Anti-Kanker

  

Mati, We Si Ular Dua Kepala

  

Adu Makan Cepat ala The Simpsons Game

  

Pertama di Dunia, LG Philips Kembangkan e-Paper Ukuran A4

  

Kawasan Zona Nirkabel Hi-Tech Sedang Dibangun

  

CDMA dan GSM dalam Satu Ponsel

  

Kelamin Kadal Berubah Karena Pemanasan Global

  

Seperti Apa Ponsel Mewah Seharga Rp 2,8 Miliar?

  

Mozart Tak Membuat Anda Lebih Pintar

  

Ikan Berusia 100 Tahun Tertangkap di Alaska

  

IBM Kenalkan Chipset Optik Kecepatan Tinggi

  

Kaca Mata Bunglon, Dapat Berubah Banyak Warna

  

Sebuah LED Cukup Menerangi Ruangan

  

Broadband via Ku-Band IM2 Bidik 1000 Perusahaan

  

9 Perusahaan Telekomunikasi Bentuk Forum IPTV

  

Telkom Siap Komersialkan Layanan IPTV

  

Salah satu permata produksi LifeGem yang dibuat dari abu hasil kremasi

  

Emirates, Check-In Lewat Internet

  

Handycam Kecil Kemampuan Besar.

  

IBM Kembangkan Teknologi Komputer untuk Manula

  

Lukisan Monalisa Versi Muda Mengundang Kontroversi


Posted by on Wednesday, 03 October 2012 00:00

KOMPAS.com - "Isleworth Mona Lisa," sebutan bagi lukisan "Mona Lisa" versi muda yang baru saja dipublikasikan oleh Yayasan Monalisa. Setelah 40 tahun tersimpan di dalam lemari bank Swiss, akhirnya kemarin lukisan tersebut resmi diperlihatkan kepada umum di Jenewa, Swiss.

Objek wanita yang ada dalam lukisan memang tak jauh berbeda dengan lukisan "Mona Lisa" karya Leonardo da Vinci yang saat ini dipajang di Museum Louvre di Paris. Namun, yang menjadi perhatian ialah wanita yang terlukis dalam "Isleworth Mona Lisa" tampak lebih muda sepuluh tahun, dengan senyum lebih sumringah dibanding dengan lukisan yang terpampang di Louvre.

Para ahli mengklaim "Isleworth Mona Lisa" merupakan lukisan yang dibuat Leonardo da Vinci sebelum membuat lukisan "Monalisa" yang kita kenal saat ini. Sebuah buku berisi 320 halaman dan video diterbitkan oleh The Mona Lisa Foundation untuk menjelaskan sejarah, perbandingan dan bukti ilmiah, bahwa lukisan itu merupakan karya seni otentik dari Leonardo da Vinci.

"Bukti sejarah menunjukkan bahwa Leonardo da Vinci pada lukisan ini. Di mana di lukisan "Mona Lisa" diapit oleh kolom di samping sisinya seperti lukisan yang kita ketahui sebelumnya," tulis Yayasan Mona Lisa dalam sebuah pernyataan.

Dua orang pakar, Alessandro Vezzosi, Direktur Museo Ideale Leonardo da Vinci, dan Carlo Pedretti dari Armand Hammer Pusat Studi Leonardo di Universitas California, akan membahas detail mengenai klaim tersebut. Menurutnya beberapa tangan bisa saja ikut turut canpur dalam kanvas.

"Coba bandingkan wajah dengan kualitas dan intensitas dengan cluster pohon yang ada sebagai latar belakang. Pohon-pohon mengungkapkan teknik dan masalah perspektif yang berbeda. Kemungkinan besar, mereka dilukis oleh orang lain," kata Vezzosi.

Namun, ketika kedua lukisan tersebut ditarik garis horizontal secara sederhana, pada rasio yang sama menunjukkan kesamaan dan ketepatan secara proposional. Meski pada kenyataannya kedua lukisan memiliki ukuran yang berbeda.

"Mata, hidung, jarak antara mulut, dan dagu tepat di lokasi yang sama. Hanya seniman yang sama pula yang mengetahuinya bagamana ini dilakukan tanpa menggunakan memanfaatkan teknologi modern," kata sejarawan seni Stanley Feldman yang juga bertindak sebagai penulis dalam buku setebal 320 halaman tersebut.

Klaim ini mengundang kontroversi di dunia seni. Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1913 oleh kolektor seni Inggris, Hugh Blaker, keaslian lukisan "Mona Lisa muda" ini selalu mengundang perdebatan. Blaker membelinya dari keluarga bangsawan dan menyimpannya di sebuah studio di Isleworth, ?London, yang kini dijadikan nama lukisan tersebut.

Pada tahun 1915, ayah tirinya, seorang sejarawan seni menerbitkan sebuah buku yang menceritakan bahwa Leonardo melukis "Mona Lisa" dengan dua versi. Kemudian Blaker menjualnya kepada kolektor Amerika Henry F. Pulitzer. Pihak terakhir disebut ini mewariskannya pada kekasihnya. Di akhir hayatnya, perempuan kekasih Pulitzer ini menjualnya ke Mona Lisa Foundation. (Umi Rasmi/National Geographic Indonesia)



Sumber: Kompas.com

SAINS DAN IPTEK | READ  3214x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2018 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.