A R S I P

  
  

Zhao Bowen, Drop Out SMA yang Pimpin Riset DNA Orang Genius

  

Arsitektur Mustahil yang Benar-benar Mustahil....

  

Lukisan Monalisa Versi Muda Mengundang Kontroversi

  

Bagaimana Peluang Lulusan TI dan SI di Masa Depan?

  

RIP Pusuke, Anjing Tertua Mati di Jepang

  

Darah Piton Bisa Jadi Obat Jantung

  

Satelit Jerman Akan Jatuh ke Bumi

  

Otot Super Cepat, Rahasia Ketangkasan Kelelawar

  

Tumbuhkan Minat Sains sejak Anak-anak

  

Alat Canggih Tolak Gosip

  

Nyala Lilin Ternyata Mengandung Berlian

  

Mari Bermalam di Luar Angkasa

  

Pesawat Hipersonik AS Menghilang

  

Penanda Arah Selatan, Gubug Penceng

  

Mesin Cuci Paling Cepat dan Hemat

  

Ambisi China Bangun Stasiun Antariksa Tahun 2020

  

Tembakau Dapat Hasilkan Protein Anti-Kanker

  

Mati, We Si Ular Dua Kepala

  

Adu Makan Cepat ala The Simpsons Game

  

Pertama di Dunia, LG Philips Kembangkan e-Paper Ukuran A4

  

Kawasan Zona Nirkabel Hi-Tech Sedang Dibangun

  

CDMA dan GSM dalam Satu Ponsel

  

Kelamin Kadal Berubah Karena Pemanasan Global

  

Seperti Apa Ponsel Mewah Seharga Rp 2,8 Miliar?

  

Mozart Tak Membuat Anda Lebih Pintar

  

Ikan Berusia 100 Tahun Tertangkap di Alaska

  

IBM Kenalkan Chipset Optik Kecepatan Tinggi

  

Kaca Mata Bunglon, Dapat Berubah Banyak Warna

  

Sebuah LED Cukup Menerangi Ruangan

  

Broadband via Ku-Band IM2 Bidik 1000 Perusahaan

  

9 Perusahaan Telekomunikasi Bentuk Forum IPTV

  

Telkom Siap Komersialkan Layanan IPTV

  

Salah satu permata produksi LifeGem yang dibuat dari abu hasil kremasi

  

Emirates, Check-In Lewat Internet

  

Handycam Kecil Kemampuan Besar.

  

IBM Kembangkan Teknologi Komputer untuk Manula

  

Panjang Cuma 3 Cm, Hewan Ini Punya 750 Kaki


Posted by on Saturday, 17 November 2012 00:00

Ilmuwan menemukan spesies baru kaki seribu (Milipede). Hanya punya panjang tubuh 1-3 cm, kaki hewan ini mencapai 750 buah! Spesies yang dinamai lllacme plenipes, yang berarti "dianugerahi kaki yang melimpah, itu lalu dinobatkan sebagai hewan dengan kaki terbanyak.

"Hewan ini seperti benang. Sekilas, dia punya tampilan luar yang tak menarik. Namun, setelah kami melihatnya dengan SEM (mikroskop elektron) dan mikroskop cahaya, kami menemukan bahwa dia punya anatomi kompleks," kata Paul Marek, peneliti post-doktoral di University of Arizona yang memimpin studi ini.

Bukan cuma jumlah kaki yang membuat hewan ini luar biasa. Peneliti menemukan bahwa hewan ini punya mulut tidak sempurna yang fungsinya juga belum diketahui. Selain itu, lllacme plenipes juga punya organ di belakang tubuh yang mampu menghasilkan struktur benang serupa sutra.

Penemuan spesies ini dimulai dari temuan kembali spesies kaki seribu pada tahun 2006, jenis yang sebelumnya pernah ditemukan tahun 1928. Ilmuwan kemudian mulai mengoleksi spesimen lllacme plenipes dari wilayah hutan oak di Oakland dan Berkeley.

Sejumlah 17 spesimen didapatkan. Koleksi spesimen dihentikan pada tahun 2007. Berdasarkan survei, ilmuwan menduga bahwa spesies ini langka. Setelah spesimen didapatkan, ilmuwan mulai melakukan analisis morfologi dan genetik.

Dari studi genetik yang dilakukan, ilmuwan berhasil mengidentifikasi gen bernama cytochrome c oxidase I. Gen ini bisa berfungsi sebagai marka genetik sehingga akan membantu ilmuwan membedakan jenis lllacme plenipes dan lainnya.

Ilmuwan menduga bahwa kaki seribu memiliki kerabat yang hidup di Afrika Selatan. Kaki seribu itu diduga hidup sejak 200 juta tahun lalu saat daratan Afrika Selatan dan California masih tergabung dalam satu benua yang disebut Pangaea.

Sebagai spesies baru, lllacme plenipes menghadapi banyak ancaman. Pembangunan merusak habitat dari spesies ini. Sementara perubahan iklim menguapkan kabut yang menjaga habitat jenis ini tetap lembab. lllacme plenipes terancam punah bila tak dijaga.

"Kita belum mengetahui banyak tentang biologi organisme ini. Jadi, kepunahannya sebelum kita sempat memahami perannya di lingkungan, atau bahkan apa yang mereka bisa sumbangkan bagi kemanusiaan adalah memalukan," kata Marek seperti dikutip Livescience, Rabu (14/11/2012).

Marek menduga, spesies ini juga hidup di wilayah tropis. Penelitian kini sedang dilakukan. Penemuan spesies ini dipublikasikan di jurnal Zookeys Rabu lalu.



Sumber: Kompas.com

SAINS DAN IPTEK | READ  2027x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2018 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.