A R S I P

  
  

Cicak, Simbol Unik Suku Batak untuk Bertahan Hidup

  

Wow Keren! Danau Toba Jadi Tuan Rumah Festival Drum Dunia

  

Pharrell Williams: Musik dan Arsitektur Tidak Ada Bedanya!

  

Cinta Laura Tak Punya Teman di Jakarta

  

Wush! Ada Angin Tornado Sungguhan di Dalam Museum

  

Wouw! Chicken Cordon Bleu yang Renyah Ini Harganya Rp 19.000!

  

Uppsss... Ini Bantal Khusus Lajang Kesepian, Laki dan Perempuan!

  

Di Balik Elok Danau Toba

  

Sup RM Sipirok Jalan Sunggal Medan, Duh Enaknya!

  

Mandi Air Soda di Tarutung

  

Natalie Portman Jaga Kehidupan Sexnya

  

Nagabonar: Si Naga yang Kian Kinclong

  

Polling Ribuan Perempuan: Scarlett Johannson Terseksi

  

Mr Bean's Holiday: Perpisahan Manis ala Mr Bean

  

Boyz II Men Konser Bareng Agnes Monica

  

Tukul Lantunkan 'Lilin Lilin Kecil' di Makam Chrisye

  

Penampakan Gereja Christian Science pada Google Maps


Posted by Administrator on Friday, 15 November 2013 16:42

Penampakan Gereja Christian Science pada Google Maps

Dixon - Para turis yang melancong di AS dibuat ramai dengan gambar gereja di Illinois pada Google Maps. Jika dilihat dari langit, bangunan gerejanya terlihat berbentuk seperti penis. Namun, pihak gereja punya penjelasannya!

Gereja, tentu sering menjadi objek wisata religi wisatawan. Hal itu salah satunya karena arsitekturnya yang menarik. Namun, bagaimana kalau arsitekturnya malah nyeleneh. Inilah yang membuat para wisatawan penasaran dengan Gereja Christian Science di 324 W First Street, Dixon, Illinois, AS.

Dilansir dari News Australia, Jumat (15/11/2013), dua minggu lalu beredar gambar di dunia maya mengenai Gereja Christian Science pada Google Maps. Akan tetapi, siapa saja yang melihatnya pasti bakal bertanya-tanya. Mengapa gerejanya tidak seperti suatu bangunan persegi dan malah berbentuk seperti penis?

Pihak perwakilan Gereja Christian Science, Scott Shepherd lantas angkat suara. Menurutnya, internet pada zaman ini mampu digunakan untuk berbuat kebaikan. Tapi, internet juga mampu menimbulkan gosip. Shepherd pun membeberkan penjelasan tentang bentuk bangunan gereja tersebut.

"Kami tidak mendesain gereja seperti apa yang Anda lihat," tegas Shepherd.

Shepherd menambahkan, Gereja Christian Science bentuk bangunannya melengkung dan memang beda pada gereja umumnya. Hal tersebut dikarenakan, pembangunan gereja sejak awal tidak ingin merusak dan menebang pohon-pohon di sekitarnya.

Termasuk, pihak gereja tidak ingin merobohkan pohon oak yang besar di sana. Demi tidak menebang pohon besar itu, bangunan gereja dibikin melengkung memutari pohon tersebut.

"Kami ingin melestarikan pohon-pohon di sini," tutur Shepherd.

Menurut saukvalley.com, pembangunan gereja memang semestinya memerhatikan lingkungan. Gereja pun diharap mempunyai kawasan suaka untuk pelestarian tanaman yang ada di sekitarnya, seperti pada Gereja Christian Science.

Atas pergunjingan itu, pihak gereja menanggapinya dengan santai. Di laman Facebooknya, mereka bercanda dengan mengatakan mungkin atap gerejanya akan diganti dengan bentuk daun.

Sumber: Afif Farhan - detikTravel

ENTERTAINMENT | READ  1800x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2017 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.