A R S I P

  
  

Zhao Bowen, Drop Out SMA yang Pimpin Riset DNA Orang Genius

  

Arsitektur Mustahil yang Benar-benar Mustahil....

  

Panjang Cuma 3 Cm, Hewan Ini Punya 750 Kaki

  

Lukisan Monalisa Versi Muda Mengundang Kontroversi

  

Bagaimana Peluang Lulusan TI dan SI di Masa Depan?

  

RIP Pusuke, Anjing Tertua Mati di Jepang

  

Darah Piton Bisa Jadi Obat Jantung

  

Satelit Jerman Akan Jatuh ke Bumi

  

Otot Super Cepat, Rahasia Ketangkasan Kelelawar

  

Tumbuhkan Minat Sains sejak Anak-anak

  

Alat Canggih Tolak Gosip

  

Nyala Lilin Ternyata Mengandung Berlian

  

Mari Bermalam di Luar Angkasa

  

Pesawat Hipersonik AS Menghilang

  

Penanda Arah Selatan, Gubug Penceng

  

Mesin Cuci Paling Cepat dan Hemat

  

Ambisi China Bangun Stasiun Antariksa Tahun 2020

  

Tembakau Dapat Hasilkan Protein Anti-Kanker

  

Mati, We Si Ular Dua Kepala

  

Adu Makan Cepat ala The Simpsons Game

  

Pertama di Dunia, LG Philips Kembangkan e-Paper Ukuran A4

  

Kawasan Zona Nirkabel Hi-Tech Sedang Dibangun

  

CDMA dan GSM dalam Satu Ponsel

  

Kelamin Kadal Berubah Karena Pemanasan Global

  

Seperti Apa Ponsel Mewah Seharga Rp 2,8 Miliar?

  

Ikan Berusia 100 Tahun Tertangkap di Alaska

  

IBM Kenalkan Chipset Optik Kecepatan Tinggi

  

Kaca Mata Bunglon, Dapat Berubah Banyak Warna

  

Sebuah LED Cukup Menerangi Ruangan

  

Broadband via Ku-Band IM2 Bidik 1000 Perusahaan

  

9 Perusahaan Telekomunikasi Bentuk Forum IPTV

  

Telkom Siap Komersialkan Layanan IPTV

  

Salah satu permata produksi LifeGem yang dibuat dari abu hasil kremasi

  

Emirates, Check-In Lewat Internet

  

Handycam Kecil Kemampuan Besar.

  

IBM Kembangkan Teknologi Komputer untuk Manula

  

Mozart Tak Membuat Anda Lebih Pintar


Posted by on Monday, 16 April 2007 00:00

Suka mendengarkan alunan musik klasik Mozart? Nikmati saja, tapi jangan berharap menjadi lebih pintar karena Anda rajin mendengarkannya. Namun, berharap anak Anda lebih cerdas dengan memberinya latihan musik perlu dipertimbangkan meski pengaruhnya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Demikian kesimpulan hasil penelitian yang dirilis Kementrian Riset Jerman, minggu lalu. Kesimpulan ini merupakan hasil analisis terhadap data-data ilmiah dari berbagai literatur penelitian yang menghubungkan musik dan kecerdasan. Tim peneliti yang terdiri dari 9 orang pakar dari bidang neurosains, psikologi, pendidikan, dan filsafat dilibatkan untuk meninjau jurnal-jurnal penelitian dengan topik tersebut.

Pemerintah Jerman merasa penting untuk mendanai studi tersebut karena menerima banyak sekali permohonan dana untuk proposal penelitian yang meneliti hubungan musik dengan kecerdasan namun sulit dinilai tingkat kebenarannya. "Kami melihat seluruh literatur untuk mencari celah yang masih bisa dipertanyakan," ujar Ralph Schumacher, seorang ahli filsafat di Universitas Humboldt Berlin Jerman yang juga mahir bermain piano.

Popularitas musik sebagai pendorong kecerdasan mulai marak sejak jurnal ilmiah Nature melaporkan hasil penelitian psikolog Frances Rauscher dan koleganya dari Universitas California, Irvine, AS pada tahun 1993. Mereka menyatakan seseorang mengalami peningkatan kecerdasan dalam hal daya pandang ruang, seperti mengenali bentuk dan melipat kertas, setelah mendengar musik Mozart selama 10 menit.

Temuan yang dikenal dengan Efek Mozart ini sontak menjadi alat marketing yang ampuh di industri musik maupun kesehatan. Sayangnya pemanfaatan tersebut dieksploitasi berlebihan sehingga sulit dibedakan antara efek mendengarkan musik dengan berlatih musik yang diangkat dalam berbagai iklan komersial. Bahkan, sampai beredar kompilasi musik Mozart untuk merangsang perkembangan otak anak. Maka para peneliti melihat ke semua literatur untuk menemukan gambaran yang cermat dan objektif.

Mereka menemukan, kebanyakan hasil penelitian tentang pengaruh mendengarkan musik-musik gubahan Mozart, yang dikumpulkan dalam Mozart Requiem, terhadap kecerdasan tidak terbukti konsisten atau efeknya hanya terasa tidak lebih dari 20 menit. Selain itu, pengaruh seperti ini tidak hanya ditemukan pada orang yang berlatih musik Mozart saja, tapi juga musik-musik lainnya atau mendengarkan dongeng.

Tim peneliti juga menumbangkan klaim bahwa berlatih musik dapat meningkatkan kecerdasan. Mereka menyatakan, kebanyakan hasil penelitian yang selama ini dipublikasikan terlalu lemah dan tidak dapat menjelaskan pengaruhnya dalam jangka panjang.

"Namun, satu atau dua penelitian yang cukup besar dan cermat berhasil menunjukkan efek yang cukup signifikan terhadap IQ karena mampu memperlihatkannya selama bertahun-tahun," ujar Schumacher. Namun, andaikata efek latihan musik terbukti, hal tersebut tetap tidak akan membuat anak Anda menjadi jenius.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan penelitian-penelitian terbaru dapat mengungkapnya secara lebih jelas. "Bagian yang paling menarik adalah menggali bagaimana pengaruhnya, dan jika ada, selanjutnya bagaimana cara kerjanya di otak," tandas Schumacher.



Sumber: KCM

SAINS DAN IPTEK | READ  2259x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2018 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.