A R S I P

  
  

Zhao Bowen, Drop Out SMA yang Pimpin Riset DNA Orang Genius

  

Arsitektur Mustahil yang Benar-benar Mustahil....

  

Panjang Cuma 3 Cm, Hewan Ini Punya 750 Kaki

  

Lukisan Monalisa Versi Muda Mengundang Kontroversi

  

Bagaimana Peluang Lulusan TI dan SI di Masa Depan?

  

RIP Pusuke, Anjing Tertua Mati di Jepang

  

Darah Piton Bisa Jadi Obat Jantung

  

Satelit Jerman Akan Jatuh ke Bumi

  

Otot Super Cepat, Rahasia Ketangkasan Kelelawar

  

Tumbuhkan Minat Sains sejak Anak-anak

  

Alat Canggih Tolak Gosip

  

Nyala Lilin Ternyata Mengandung Berlian

  

Mari Bermalam di Luar Angkasa

  

Pesawat Hipersonik AS Menghilang

  

Penanda Arah Selatan, Gubug Penceng

  

Mesin Cuci Paling Cepat dan Hemat

  

Ambisi China Bangun Stasiun Antariksa Tahun 2020

  

Tembakau Dapat Hasilkan Protein Anti-Kanker

  

Mati, We Si Ular Dua Kepala

  

Adu Makan Cepat ala The Simpsons Game

  

Pertama di Dunia, LG Philips Kembangkan e-Paper Ukuran A4

  

Kawasan Zona Nirkabel Hi-Tech Sedang Dibangun

  

CDMA dan GSM dalam Satu Ponsel

  

Seperti Apa Ponsel Mewah Seharga Rp 2,8 Miliar?

  

Mozart Tak Membuat Anda Lebih Pintar

  

Ikan Berusia 100 Tahun Tertangkap di Alaska

  

IBM Kenalkan Chipset Optik Kecepatan Tinggi

  

Kaca Mata Bunglon, Dapat Berubah Banyak Warna

  

Sebuah LED Cukup Menerangi Ruangan

  

Broadband via Ku-Band IM2 Bidik 1000 Perusahaan

  

9 Perusahaan Telekomunikasi Bentuk Forum IPTV

  

Telkom Siap Komersialkan Layanan IPTV

  

Salah satu permata produksi LifeGem yang dibuat dari abu hasil kremasi

  

Emirates, Check-In Lewat Internet

  

Handycam Kecil Kemampuan Besar.

  

IBM Kembangkan Teknologi Komputer untuk Manula

  

Kelamin Kadal Berubah Karena Pemanasan Global


Posted by on Monday, 23 April 2007 00:00

Jantan atau betina memang rahasia ilahi, namun pemanasan global yang menyebabkan suhu lingkungan naik diprediksi dapat menyebabkan kadal-kadal jantan berganti kelamin. Menjelang menetas, anak-anak kadal yang secara genetik jantan cenderung tumbuh dengan organ kelamin betina.

Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Science edisi 20 April menyebutkan temperatur yang ekstrim dapat mematikan fungsi gen kelamin jantan pada kromosom kadal. Akibatnya embrio yang seharusnya berkembang menjadi jantan akan berubah menjadi betina. "Kadal yang mengalami perubahan ini terlihat seperti betina dan memiliki organ kelamin betina namun secara genetik mereka jantan," ujar penelitinya Alexander Quinn dari Universitas Canberra, Australia.

Pada penelitian tersebut, Quinn mempelajari spesies kadal naga berjanggut Pogona vitticeps yang hidup di Australia. Kadal jenis ini diketahui memiliki kromosom yang mengatur jenis kelamin. Seperi halnya manusia, kromosom kelamin kadal naga diberi kode ganda, ZW untuk betina dan ZZ untuk jantan. Yang membedakannya dengan manusia, kromosom betina menjadi penentu jenis kelamin keturunannya.

Quinn dan para peneliti kolaganya dari Universitas Nasional Australia menetaskan telur-telur kadal naga pada temperatur konstan antara 20 hingga 37 derajat Celcius. Pada kondisi ideal, antara 22 hingga 32 derajat Celcius, embrio yang menetas menjadi jantan setara dengan betina. Namun, saat suhu penetasan antara 34 hingga 37 derajat Celcius, ternyata rasio kadal betina jauh lebih besar daripada jantan.

Para peneliti kemudian memeriksa sifat fisik kadal-kadal muda yang baru menetas terutama organ seksnya untuk menentukan jantan atau betina secara fenotip (gambaran fisik). Selain itu, mereka juga menganalisis DNA masing-masing anak kadal untuk menentukan ada tidaknya kromosom W di tubuhnya.

Hampir 100 persen telur yang ditetaskan pada temperatur normal menghasilkan anak kadal yang gen dan fenotipnya sesuai. Namun, pada suhu ekstrim hanya setengah yang cocok, sehingga yang seharusnya jantan memiliki penampilan betina. Hal tersebut menunjukkan bahwa temperatur mempengaruhi jenis kelamin kadal.

"Temperatur tinggi selama masa perkembangan embrio mencegah DNA jantan menghasilkan testis," ujar Quinn berhipotesis. Sebaliknya, secara default lebih mudah bagi embrio kadal untuk membentuk ovarium (kantung sel telur) di tubuhnya. Ia memprediksi ada gen yang mengatur perkembangan sel kelamin jantan pada kromosom Z. Protein yang menyusun gen ini mungkin sensitif terhadap perubahan temperatur.

Temuan ini menggarisbawahi risiko yang harus dihadapi hampir seluruh spesies reptil jika tren pemanasan global tak dapat dihentikan. Sejak lama para ilmuwan telah risau dengan kelangsungan hidup sejumlah reptil yang pembentukan jenis kelaminnya memang tidak diatur kromosom kelamin namun hanya tergantung temperatur saat penetasan, seperti aligator atau kura-kura. Tapi, kini, lebih banyak reptil yang terancam pemanasan global.



Sumber: KCM - Wah

SAINS DAN IPTEK | READ  4699x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2018 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.