A R S I P

  
  

Zhao Bowen, Drop Out SMA yang Pimpin Riset DNA Orang Genius

  

Arsitektur Mustahil yang Benar-benar Mustahil....

  

Panjang Cuma 3 Cm, Hewan Ini Punya 750 Kaki

  

Lukisan Monalisa Versi Muda Mengundang Kontroversi

  

Bagaimana Peluang Lulusan TI dan SI di Masa Depan?

  

RIP Pusuke, Anjing Tertua Mati di Jepang

  

Darah Piton Bisa Jadi Obat Jantung

  

Satelit Jerman Akan Jatuh ke Bumi

  

Otot Super Cepat, Rahasia Ketangkasan Kelelawar

  

Tumbuhkan Minat Sains sejak Anak-anak

  

Alat Canggih Tolak Gosip

  

Nyala Lilin Ternyata Mengandung Berlian

  

Mari Bermalam di Luar Angkasa

  

Pesawat Hipersonik AS Menghilang

  

Penanda Arah Selatan, Gubug Penceng

  

Mesin Cuci Paling Cepat dan Hemat

  

Ambisi China Bangun Stasiun Antariksa Tahun 2020

  

Tembakau Dapat Hasilkan Protein Anti-Kanker

  

Adu Makan Cepat ala The Simpsons Game

  

Pertama di Dunia, LG Philips Kembangkan e-Paper Ukuran A4

  

Kawasan Zona Nirkabel Hi-Tech Sedang Dibangun

  

CDMA dan GSM dalam Satu Ponsel

  

Kelamin Kadal Berubah Karena Pemanasan Global

  

Seperti Apa Ponsel Mewah Seharga Rp 2,8 Miliar?

  

Mozart Tak Membuat Anda Lebih Pintar

  

Ikan Berusia 100 Tahun Tertangkap di Alaska

  

IBM Kenalkan Chipset Optik Kecepatan Tinggi

  

Kaca Mata Bunglon, Dapat Berubah Banyak Warna

  

Sebuah LED Cukup Menerangi Ruangan

  

Broadband via Ku-Band IM2 Bidik 1000 Perusahaan

  

9 Perusahaan Telekomunikasi Bentuk Forum IPTV

  

Telkom Siap Komersialkan Layanan IPTV

  

Salah satu permata produksi LifeGem yang dibuat dari abu hasil kremasi

  

Emirates, Check-In Lewat Internet

  

Handycam Kecil Kemampuan Besar.

  

IBM Kembangkan Teknologi Komputer untuk Manula

  

Mati, We Si Ular Dua Kepala


Posted by on Thursday, 21 June 2007 00:00

ST. LOUIS, KAMIS - Seekor ular berkepala dua bernama "We" yang menjadi tontonan utama di World Aquarium telah mati. Ular tikus berumur 8 tahun itu mati secara alami, kata pemeliharanya, Leonard Sonnenschein. We termasuk beruntung bisa mencapai usia itu karena kebanyakan ular berkepala dua hanya bisa bertahan hidup seminggu atau dua minggu.

"Ini adalah berita yang menyedihkan," ujar Sonnenschein. "Orang-orang yang datang ke sini selalu mencarinya dan berkata: Saya ke sini untuk melihat ular berkepala dua."

Sonnenschein mengatakan lebih dari sejuta orang telah mengunjungi We. Anak-anak pada umumnya tertarik pada ular tersebut, dan bertanya-tanya bagaimana dua kepala bisa berada dalam satu tubuh dan bagaimana menyeragamkan arah keduanya karena kadangkala satu kepala We ingin ke kiri, satunya ke kanan.

Dikatakan Sonnenschein, ia membeli We dari peternak ular di Indiana seharga 15.000 dollar AS saat ular itu baru berumur beberapa minggu. The World Aquarium, yang berada di City Museum, mendapatkan We tahun 1999. Kini, setelah mati, tubuh We aka diawetkan dan dipamerkan lagi.

Ular unik ini memiliki kelamin jantan dan betina sekaligus, ujar Sonnenschein. The World Aquarium pernah mencoba mengawinkannya dengan ular kepala dua lain tahun lalu, namun gagal. Sebelum percobaan kedua yang rencananya dilakukan musim panas ini, We terlanjur mati.



Sumber: KCM

SAINS DAN IPTEK | READ  1737x



Share

  PageRank Checking Icon
 
Copyright ©1998 - 2018 by Tobing. All rights reserved. | Powered by dontob

Horas to all of you.